Archive for the ‘sejarah bola’ Category

sejarah sepak bola asia

May 5, 2008

Sejarah sepakbola asia

Sun Jihai Diragukan Bisa Tampil Menghadapi Bahrain
Permainan Sepak Bola Berasal dari Cina

BEIJING, (PR).-
Menjelang pembukaan Piala Asia 2004 di Stadion Buruh Beijing, Cina, Sabtu (17/7) malam ini, Ketua Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Sepp Blatter mengatakan bahwa akar sepak bola bermula di Cina. Blatter menyatakan Cina merupakan tempat lahirnya cabang olah raga populer itu.

Blatter saat menghadiri ekspo sepak bola di Beijing, menyatakan bahwa FIFA sepakat dengan Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) bahwa cabang olah raga menendang bola itu bermula di Zibo, di sebelah timur Provinsi Shandong. Demikian laporan China Daily, Jumat (16/7).

Ahli sejarah sepak bola dan arkeologi yang juga menghadiri ekspo itu, juga menyatakan bahwa sepak bola sudah bermula sekira 2.300 tahun lalu di Zibo yang merupakan bagian kuno dari Kerajaan Qi.

Dalam pengetahuan umum, sepak bola bermula pada 1863 di Inggris, ketika rugbi dan persatuan sepak bola lain membedakan cabang mereka dan untuk pertama kalinya terbentuk Asosiasi Sepak Bola (FA) di Inggris. “Luar biasa sekali karena Blatter mengumumkan hal itu,” kata Wakil Ketua CFA, Zhang Jilong. “Kami tersanjung karena negara kami disebut sebagai tempat lahirnya sepak bola,” katanya.

Kendati banyak negara menyatakan diri sebagai penemu cabang sepak bola, para ahli sejarah selalu mengacu pada permainan cuju di Cina sebagai contoh lahirnya sepak bola. Permainan cuju sangat mirip dengan sepak bola sekarang ini, yaitu menendang bola untuk membuat angka. “Karena sudah dinyatakan FIFA dan CFA, maka kami bertanggung jawab atas kehormatan ini. Kami juga akan melakukan hal besar untuk mengembangkan sepak bola,” kata Zhang.

Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Peter Velappan, mengucapkan rasa hormatnya juga kepada Cina. “Sepak bola dimulai di Cina dan masa depan sepak bola ini tergantung pada negara Asia. Saya harap Piala Asia sebagai pemicu kebenaran itu dan Cina sebagai negara paling berpotensi dalam sepak bola,” katanya.

Jihai meragukan

Sementara itu, pelatih Cina asal Belanda, Arie Haan mengkhawatirkan kondisi pemain belakang Sun Jihai. Pemain klub Manchester City (Inggris) ini kemungkinan tidak akan tampil saat Cina menghadapi Bahrain, pada pertandingan pertama usai upacara pembukaan, Sabtu malam ini.

Haan tidak pernah menurunkan Jihai selama 90 menit dalam lima kali pertandingan terakhir Cina. “Saya tidak yakin, dia bisa tampil penuh selama 90 menit saat menghadapi Bahrain,” tuturnya.

Namun, pemain Cina memiliki tekad kuat untuk menaklukkan Bahrain. Mereka ingin mengubur kenangan buruk saat kualifikasi Olimpiade 2000 ketika mereka dikalahkan Bahrain 0-1 dalam pertandingan terakhir grup yang mengakhiri harapan mereka untuk juara grup.

Separuh dari tim Cina, termasuk Sun Jihai dan Zheng Zhi, merupakan anggota tim saat itu dan kini tidak ingin sejarah itu terulang. “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Li Jinyu.

Li meyakini Bahrain pesaing paling kuat di Grup A. “Pertandingan pembuka tidak akan mudah. Namun, sangat penting bagi kami untuk memenangkan pertandingan pembukaan,” katanya seperti dikutip situs asiancup2004.com.

Terakhir kali, kedua tim bertemu dalam persahabatan tahun lalu, yang berakhir imbang 2-2.(AFP/AP/A-57)***

sejarah sepak bola menurut bill muray

May 5, 2008
Blog Entry SEJARAH SEPAK BOLA Jan 14, ‘08 11:38 PM
for everyone

Menurut Bill Muray, pakar sejarah sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, sepak bola sudah dimainkan sejak awal Masehi. Saat itu, orang-orang di era Mesir Kuno sudah mengenal permainan membawa dan menendang bola yang dibuat dari buntalan kain linen. Sejarah Yunani Purba juga mencatat ada sebuah permainan yang disebut episcuro, permainan menggunakan bola. Bukti itu tergambar pada relief-relief di dinding museum yang melukiskan anak muda memegang bola bulat dan memainkannya dengan paha.

Sepak bola juga disebut-sebut berasal dari daratan Cina. Dalam sebuah dokumen militer disebutkan, sejak 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, orang-orang sudah memainkan permainan bola yang disebut tsu chu. Tsu mempunyai arti “menerjang bola dengan kaki”. Sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Mereka bermain bola yang terbuat dari kulit binatang dengan cara menendang dan menggiringnya ke sebuah jaring yang dibentangkan pada dua tiang.

Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sejak abad ke-8, konon masyarakatnya sudah mengenal permainan ini. Mereka menyebutnya sebagai Kemari. Bolanya terbuat dari kulit kijang berisi udara.

Yang menarik, ada legenda pada abad pertengahan. Konon saat itu, seluruh desa mengikuti satu permainan bola. Bola yang terbuat dari tengkorak, ditendang satu diantara warga ke arah desa tetangga. Kemudian, oleh si penerima bola di desa itu, bola dilanjutkan ditendang ke desa selanjutnya.

sejarah sepak bola indonesia

May 5, 2008

Sejarah Sepak Bola Indonesia yang “Benar” Februari 11, 2008

Sudah banyak sekali tulisan yang bertema sepak bola Indonesia. Tidak hanya tulisan, tetapi lebih banyak hujatan yang ditujukan untuk sepak bola negeri ini. Kali ini, saya akan mencoba “membuat” sejarah yang seharusnya terjadi di dalam sepak bola Indonesia. Karena penuh rekayasa, tentu saja tulisan ini bersifat fiktif. Akan tetapi, tidak apa-apa, tulisan ini hanya untuk membuat kita para pecinta sepak bola agar lebih semangat saja. D

Mungkin sebagian dari kita masih ingat tentang karier salah satu pesepakbola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, yang pernah merumput di Italia tepatnya di klub Sampdoria. Di tahun 1996, ini merupakan prestasi tersendiri untuk sepak bola kita. Ternyata ada pemain Indonesia, saat itu, yang sudah berkostum salah satu klub Liga Italia. Lebih dalam lagi, Kurniawan ini mendapat pujian sebagai pemain muda berbakat dari pelatih Sampdoria waktu itu, Sven-Goran Eriksson.

Akan tetapi, Kurniawan tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk melanjutkan karier sepak bolanya. Kurniawan sendiri tidak pernah mengemukakan alasan kepulangannya ini ke publik sampai sekarang. Akibatnya, banyak sekali spekulasi yang muncul karena kepulangannya yang terkesan “mendadak” itu. Mulai dari karena pengaruh narkoba, doping, sampai akibat pergaulan malam “Negeri Pizza” tersebut. Semuanya masih tanda tanya besar.

Nah, ini cerita saya. Seandainya, Si “Kurus” (julukan Kurniawan) tetap berkarier di Italia, mungkin saja dia sudah menjadi pemain yang akan dikenang oleh publik Stadion Luigi Ferraris. Kariernya mungkin akan secemerlang Antonio Cassano (striker Sampdoria saat ini). Karena penampilan yang bagus dari Kurniawan, PSSI tidak ragu untuk mengirimkan pemain Indonesia yang lain untuk berlatih di Italia.

Apakah yang terjadi selama 12 tahun kemudian (tahun 2008 sekarang)? Hehe, kali ini saya mengkhayal kembali. Tahun ini, mungkin sudah banyak pemain Indonesia yang merumput di Serie A. Saya sebutkan saja. Bambang Pamungkas mungkin sudah menjadi striker andalan di AS Roma. Gelandang serang seperti Firman Utina, mungkin sudah menjadi pemain utama di Lazio. Boaz Sollossa menjadi andalan di Fiorentina. Bahkan, kiper sekelas Ferry Rotinsulu sudah berkostum AC Milan. Dan tidak lupa juga, kalau pemain junior asal Indonesia usia 15-21 tahun sudah menghuni sekolah sepak bola binaan Juventus dan Inter Milan. Keren. P

Jika ini terjadi, dampak bagi sepak bola dalam negeri sangat besar. Tidak akan ada lagi “tragedi” di dalam sepak bola nasional. Justru, Liga Indonesia sudah menjadi barometer liga-liga sepak bola di Asia. Liga Indonesia menjadi sangat kompetitif. Semua penonton tertib dan kualitas wasit yang meningkat tajam. Puncaknya adalah ketika harapan rakyat Indonesia bahwa Indonesia bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Wah, tidak bisa dibayangkan jika sejarah sepak bola Indonesia yang “benar” itu terjadi. Sangat menyenangkan sekali rasanya ketika melihat sepak bola kita. Benar-benar membanggakan.

Saya tidak menyalahkan Kurniawan ketika sepak bola Indonesia menjadi tidak jelas seperti sekarang. Toh, Kurniawan sudah berjasa besar untuk Tim Nasional Indonesia. Yang salah adalah kesempatan (opportunity). Indonesia kurang diberi kesempatan lebih dalam memajukan sepak bolanya. Sangat kurang malah. Ketika Thailand akhir-akhir ini sudah “menyumbang” pemain mereka ke Liga Inggris, kita malah sibuk mengurusi kekerasan di dalam sepak bola kita. Thailand saja yang baru-baru ini melakukan “ekspor” pemain, sudah sangat bagus prestasinya. Apalagi Indonesia, karena kita sudah kurang lebih 12 tahun yang lalu melakukan teknik seperti itu.

Yang jelas, harapan terbesar saya adalah masih bisa menyaksikan Indonesia lolos ke Piala Dunia selama saya masih hidup. Entah kapan, yang jelas harus sabar. P

Maju terus Sepak Bola Indonesia!