league champion

May 5, 2008
i Pertama (4 Maret) Mar 5, ’08 12:42 AM
for everyone
Yapzz Hari Pertama Leg 2 UCL 2007/2008 udah selesai dini hari tadi dengan hasil-hasil yang bermacam-macam,ada yang udah bisa diperkirakan sebelumnya namun ada juga yang mengejutkan,kejutan di sini maksudnya adalah tumbangnya juara bertahan AC Milan (Italia) dikandangnya (San Siro) sendiri atas Arsenal (Inggris) 0-2,sebenarnya kekuatan kedua tim cukup berimbang tapi kekalahan Milan dikandang sendiri dengan skor 0-2 jelas sangat mengejutkan,gol-gol kemenangan Arsenal sendiri semuanya terjadi di akhir-akhir pertandingan,gol pertama di menit ke 84 dicetak Fabregas melalui tendangan dari luar kotak penalti,gol kedua di menit 90 +2 dicetak Adebayor setelah menerima umpan Theo Walcott dari sisi kiri pertahanan Milan.Arsenal lolos ke perempat final dengan agregat 2-0 setelah dipertemuan pertama berakhir seri 0-0.

Berikutnya sebuah thriller menegangkan terjadi di stadion Ramon Sanchez Pizjuan antara tuan rumah Sevilla (Spanyol) melawan Fenerbahce (Turki) berakhir dengan tersingkirnya tuan rumah dalam adu penalti.Setelah sepanjang 90 menit Sevilla unggul 3-2 (Daniel Alves,Keita,Kanoute – Deivid 2 gol) maka harus dilakukan tambahan waktu 2 kali 15 menit karena di pertemuan pertama Fenerbahce menang dengan juga skor 3-2 (agregat 5-5).setelah  dalam tambahan waktu  tidak terjadi gol maka adu penalti pun dilakukan dan tim tamu menang dengan skor (kembali) 3-2.

Di Camp Nou,tuan rumah Barcelona (Spanyol) unggul 1-0 atas Glasgow Celtic (Skotlandia),sebuah operan pendek Ronaldinho pada menit 3 di sebelah kanan pertahanan Celtic diterima oleh Sylvinho yang kemudian di umpan silangkan,berhasil diteruskan menjadi gol oleh Xavi,dengan hasil ini bercalona lolos dengan agregat 4-2 (pertandingan pertama Barcelona menang 3-2).
Dan di Old Trafford,jagoan gue Manchester United (Inggris) lolos setelah menang 1-0 atas Lyon (Prancis),gol terjadi di menit 41,berawal dari kerja sama Nani dan Brown di sisi kanan,umpan silang dari Brown mambentur Fabio Groso jatuh di kaki Anderson,Anderson menembak ke arah gawang Lyon namun membentur beberapa pemain yang berada di depan gawang,dalam sebuah kemelut,bola berhasil direbut Ronaldo dan kemudian melepaskan tendangan jarak dekat yang menaklukkan kiper Coupet,MU lolos dengan agregat 2-1 (pertemuan pertama 1-1).
Leg ke 2 Hari kedua akan dilakukan besok dini hari (waktu Indonesia).

gambar-gambar diambil dari sini

gol ronaldo samai legenda united

May 5, 2008

MANCHESTER – Cristiano Ronaldo mencatatkan rekor fantastis musim ini. Pemain Timnas Portugal tersebut mengemas 40 gol. Jumlah itu dipastikan setelah menyumbangkan dua gol ketika Manchester United menghempaskan West Ham United 4-1 pada Premier League.Jumlah itu menyamai rekor

Meski kompetisi terbesar di Inggris baru berakhir musim depan, Ronaldo sudah dipastikan menjadi topskor dengan 30 gol. Sementara 10 gol lainnya dilesakkan pada kompetisi lainnya.

Bukan hanya itu. Mantan pemain Sporting Lisbon tersebut menyamai rekor gol legenda The Red Devils lainnya, Denis Law dan Ruud van Nistelrooy.

Peluang Ronaldo menambah perbendaharaan atau melampaui seniornya terbuka lebar. Pasalnya, United akan berlaga pada final Liga Champions dan pertandingan terakhir Premier League.

Sebelumnya, Ronaldo juga meraih anugrah pemain terbaik dunia 2008 versi Asosiasi Wartawan Sepakbola (FWA) dan Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA).

10 nama pemain legendaris

May 5, 2008

1. Diego Armando Maradona
Gesit, pandai meminkan bola, jenius, dan dewa bagi para tifosi Napoli. Kehadirannya di Napoli dan Argentina membawa berkah, yaitu gelar juara yang sangat ditunggu-tunggu. Sayangnya setelah pensiun malah dililit masalah obat-obatan.
2. Pele
Siapa yang tidak mengenal nama Pele? Tiga raihan piala dunia bagi tim nasional Brazil adalah berkat kemampuan bermain bola bagi seorang Pele. Sejak berumur muda (17 tahun) sudah bermain di Piala Dunia. Berkat dia, Brazil menjadi satu-satunua tim dari benua Amerika Latin yang meraih piala dunianya di benua Eropa.
3. Johan Cruijff
Masih ingat total football? Ciri khas menyerang ala Belanda ini bisa berjalan berkat dorongan dari pemain sekaliber Cruijff. Setelah menjadi pelatih, turut sukses pula.
4. Franz Beckenbauer
Der Kaizer yang dianggap sebagai pemain terbaik jerman sepanjang masa. Berkat dia, Cruijff tidak bisa berkutik di final Piala Dunia 1974 di Olympia, Muenchen. Merupakan orang yang sukses pertama kali di ajang piala dunia, sebagai pemain maupun sebagai pelatih dengan raihan juara
5. Alfredo di Stefano
Legenda dari Real Madrid. Pemain Argentina yang sempat menjadi rebutan antara Madrid dan Barcelona sehingga dimiliki bersama oleh kedua klub tersebut. Namun ceroboh bagi Barcelona karena menjual kepemilikannya sehingga Madrid memilikinya secara penuh dan diuntungkan dengan torehan lima kali juara Champion Cup.
6. Eusebio
Legenda Portugal dan dikenal sebagai macan gol di era 1960-an. Namun prestasinya todak pernah memuncak bersana Porugal, hanya bersama Benfica, ia bisa sukses.
7. Marco van Basten
Sang balerina dari Belanda. Juara piala eropa 1988 serta tiga raihan piala champion bersama Milan. Penampilannya hanya bisa dinikmati sebentar karena pensiun dini akibat cedera, tapi merupakan dream player bersama drean team, AC Milan
8. Lev Yashin
Si kiper yang dianggap sebagai macan hitam-nya Rusia. Merupakan kiper legenda di percaturan sepakbola dunia maupun Eropa.
9. Lothar Matthaeus
Mungkin banyak orang bingung kenapa saya memilih pemain ini? Tapi menurut saya, dia adalah pemain yang pintar, cerdas, dan bisa membawa Jerman juara piala dunia 1990.
10. Franco Baresi
Nggak salah kan kalo saya memilih dia. Merupakan pemain belakang terbaik di dunia, sayang gagal meriah piala dunia.
Itulah pilihan saya. Memang banyak pemain lain yang mungkin lebih layak, tapi bagaimanapun juga mereka yang saya sebutkan di atas adalah pemain-pemain dengan bakat istimewa, dan bisa menciptakan sepakbola yang lebih baik lagi. Bagaimana dengan pilihan Anda?

paolo maldini

May 5, 2008

Paolo Maldini Sang Legenda Hidup: 1000 Lebih Loyalitas Bagi Bangsa dan Klubnya

(gambar dari sini)

2 hari lalu, seperti biasa, gw selalu membaca habis majalah Bobo (nomor 48 tahun XXXV) yang rutin dibeli oleh adik gw (kelas 1 SMP dan kelas 6 SD). Di sana, ada sebuah halaman tentang profil seorang legenda hidup klub sepak bola AC Milan. Selagi membacanya, gw tiba-tiba teringat dengan profil serupa yang gw baca di majalah Bobo sekitar tahun 1994, saat gw masih sangat kecil. Ya, dialah Paolo Maldini, il capitano AC Milan, sebuah sosok loyalis sejati, legenda hidup Italia dan AC Milan khususnya.

Paolo Maldini, putra dari Cesare Maldini, adalah seorang sosok yang amat dikagumi karena konsistensi, dedikasi, dan pengabdiannya yang total pada tim nasional dan klubnya. Sejak penampilan perdananya bersama tim senior AC Milan pada tanggal 20 Januari 1985 (usianya 16 tahun saat itu) hingga saat ini, sang penempat posisi full back atau left back ini belum sekalipun berpindah klub. Ya, dari awal karir sepak bola profesionalnya hingga pensiun, dia tidak pernah sekalipun berpindah tim.

7 kali juara Serie A Liga Italia, 5 kali juara Liga Champions Eropa, satu kali juara Piala Dunia Antar Klub, serta masih banyak lagi gelar juara baik domestik maupun level Eropa, telah diraihnya bersama AC Milan.

Di tim nasional Italia, walaupun Maldini belum pernah sekalipun merasakan gelar juara di kompetisi internasional, sosoknya tetaplah amat dihormati. Lebih dari separuh dari 16 tahun (1994-2002) karirnya di tim nasional dihabiskan sebagai kapten tim. Maldini, yang pensiun dari tim nasional setelah Piala Dunia 2002 memegang jumlah pertandingan internasional (caps) terbanyak di tim nasional Italia, yaitu sebesar 126 pertandingan. Maldini juga termasuk ke dalam FIFA 100, daftar 100 legenda sepak bola dunia pilihan Pele, legenda sepak bola Brazil. Bahkan ia telah melewati pertandingan profesionalnya yang ke-1000 bulan Februari lalu, dan hampir tidak ada pemain sepak bola profesional lainnya yang mampu menyamai rekornya.

Ada satu perkataan Maldini yang gw baca pada Majalah Bobo pada tahun 1994, dan kembali gw ingat saat membaca profil Maldini. Kalimat ini dia lontarkan usai Piala Dunia 1994 (saat itu Italia dikalahkan Brazil di babak final), saat dia menerima penghargaan sebagai Pemain Terbaik Dunia tahun 1994,

It’s a great honor for me to know that so many people consider me so highly. It’s a particular matter of pride because defenders generally receive so much less attention from fans and the media than goalscorers. We are more in the engine room rather than taking the glory. I must admit that, for me, 1994 was the peak of my career so far. For any player to win the Champions Cup or to play in the World Cup Final would be enormous single matter of pride — but I was fortunate enough to be able to experience both those pinnacles of the game within a matter of weeks. Of course, whatever success I may have achieved is not merely down to my own credit. There are other people and influences on my career it would be only fair to acknowledge. Everyone always asks me about my father, Cesare, who captained Milan to their first Champions Cup victory in 1963 and is now our national under-21 coach. But I don’t really remember him as a player. I played under his instructions in Milan youth teams when I was a boy but really I learned more from him about being a man, about a correct attitude to the game, than from a technical point of view. Then, there has been my captain and colleague Franco Baresi. In my opinion he has received far too little recognition for his influence within the club and within Italian and international football. He is the man of few words but ‘talks’ instead through his deeds out on the pitch. He really deserves to receive the sort of award I have received from World Soccer. But … thank you again!

Terlepas dari sepak bola, Maldini bukanlah tipe pemain yang gemar hura-hura, bermewah-mewahan, dan mencari masalah di luar lapangan. Memang dia juga pernah menjadi model, tapi bukankah tampaknya kita tidak pernah mendengar berita miring tentang Maldini?

Ya, kekaguman gw pada Maldini adalah salah satu yang menyebabkan gw adalah fans AC Milan, atau lazim disebut Milanisti. Sekedar cerita saja, waktu SD (sampai kelas 6), gw adalah fans berat Petr Schmeichel dan Manchester United, yang rela begadang pagi-pagi (bayangin anak SD bangun tengah malem, bikin indomie, dan nonton MU bertanding di Liga Champions! Adik gw sekarang ga pernah kaya gini..). Akan tetapi, ke-fans-an gw mendadak hilang karena gw tertidur dan tidak menonton final Liga Champions 1998-1999 antara MU dgn Bayern Munich, dimana laga tersebut adalah laga terakhir Petr Schmeichel di MU, karena musim depan ia pindah ke klub lainnya. Beberapa tahun tidak punya klub idaman, akhirnya tahun 2002-an gw pun menjadi fans setia AC Milan.

Ya, Paolo Maldini, salah satu pemain belakang terbaik Eropa, sosok loyalis, pemimpin di lapangan, sosok sederhana, ayah yang baik, sosok berdedikasi tinggi, adalah legenda AC Milan dan Italia, yang sampai kapanpun akan dikenang dengan torehan tinta emas.

Oh iya, ngomong-ngomong, ada yang penasaran kenapa Maldini begitu loyalnya dengan Milan nggak? Itu karena namanya Maldini sendiri menunjukkan hal itu:

sejarah sepak bola asia

May 5, 2008

Sejarah sepakbola asia

Sun Jihai Diragukan Bisa Tampil Menghadapi Bahrain
Permainan Sepak Bola Berasal dari Cina

BEIJING, (PR).-
Menjelang pembukaan Piala Asia 2004 di Stadion Buruh Beijing, Cina, Sabtu (17/7) malam ini, Ketua Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Sepp Blatter mengatakan bahwa akar sepak bola bermula di Cina. Blatter menyatakan Cina merupakan tempat lahirnya cabang olah raga populer itu.

Blatter saat menghadiri ekspo sepak bola di Beijing, menyatakan bahwa FIFA sepakat dengan Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) bahwa cabang olah raga menendang bola itu bermula di Zibo, di sebelah timur Provinsi Shandong. Demikian laporan China Daily, Jumat (16/7).

Ahli sejarah sepak bola dan arkeologi yang juga menghadiri ekspo itu, juga menyatakan bahwa sepak bola sudah bermula sekira 2.300 tahun lalu di Zibo yang merupakan bagian kuno dari Kerajaan Qi.

Dalam pengetahuan umum, sepak bola bermula pada 1863 di Inggris, ketika rugbi dan persatuan sepak bola lain membedakan cabang mereka dan untuk pertama kalinya terbentuk Asosiasi Sepak Bola (FA) di Inggris. “Luar biasa sekali karena Blatter mengumumkan hal itu,” kata Wakil Ketua CFA, Zhang Jilong. “Kami tersanjung karena negara kami disebut sebagai tempat lahirnya sepak bola,” katanya.

Kendati banyak negara menyatakan diri sebagai penemu cabang sepak bola, para ahli sejarah selalu mengacu pada permainan cuju di Cina sebagai contoh lahirnya sepak bola. Permainan cuju sangat mirip dengan sepak bola sekarang ini, yaitu menendang bola untuk membuat angka. “Karena sudah dinyatakan FIFA dan CFA, maka kami bertanggung jawab atas kehormatan ini. Kami juga akan melakukan hal besar untuk mengembangkan sepak bola,” kata Zhang.

Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Peter Velappan, mengucapkan rasa hormatnya juga kepada Cina. “Sepak bola dimulai di Cina dan masa depan sepak bola ini tergantung pada negara Asia. Saya harap Piala Asia sebagai pemicu kebenaran itu dan Cina sebagai negara paling berpotensi dalam sepak bola,” katanya.

Jihai meragukan

Sementara itu, pelatih Cina asal Belanda, Arie Haan mengkhawatirkan kondisi pemain belakang Sun Jihai. Pemain klub Manchester City (Inggris) ini kemungkinan tidak akan tampil saat Cina menghadapi Bahrain, pada pertandingan pertama usai upacara pembukaan, Sabtu malam ini.

Haan tidak pernah menurunkan Jihai selama 90 menit dalam lima kali pertandingan terakhir Cina. “Saya tidak yakin, dia bisa tampil penuh selama 90 menit saat menghadapi Bahrain,” tuturnya.

Namun, pemain Cina memiliki tekad kuat untuk menaklukkan Bahrain. Mereka ingin mengubur kenangan buruk saat kualifikasi Olimpiade 2000 ketika mereka dikalahkan Bahrain 0-1 dalam pertandingan terakhir grup yang mengakhiri harapan mereka untuk juara grup.

Separuh dari tim Cina, termasuk Sun Jihai dan Zheng Zhi, merupakan anggota tim saat itu dan kini tidak ingin sejarah itu terulang. “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Li Jinyu.

Li meyakini Bahrain pesaing paling kuat di Grup A. “Pertandingan pembuka tidak akan mudah. Namun, sangat penting bagi kami untuk memenangkan pertandingan pembukaan,” katanya seperti dikutip situs asiancup2004.com.

Terakhir kali, kedua tim bertemu dalam persahabatan tahun lalu, yang berakhir imbang 2-2.(AFP/AP/A-57)***

sejarah sepak bola menurut bill muray

May 5, 2008
Blog Entry SEJARAH SEPAK BOLA Jan 14, ’08 11:38 PM
for everyone

Menurut Bill Muray, pakar sejarah sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, sepak bola sudah dimainkan sejak awal Masehi. Saat itu, orang-orang di era Mesir Kuno sudah mengenal permainan membawa dan menendang bola yang dibuat dari buntalan kain linen. Sejarah Yunani Purba juga mencatat ada sebuah permainan yang disebut episcuro, permainan menggunakan bola. Bukti itu tergambar pada relief-relief di dinding museum yang melukiskan anak muda memegang bola bulat dan memainkannya dengan paha.

Sepak bola juga disebut-sebut berasal dari daratan Cina. Dalam sebuah dokumen militer disebutkan, sejak 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, orang-orang sudah memainkan permainan bola yang disebut tsu chu. Tsu mempunyai arti “menerjang bola dengan kaki”. Sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Mereka bermain bola yang terbuat dari kulit binatang dengan cara menendang dan menggiringnya ke sebuah jaring yang dibentangkan pada dua tiang.

Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sejak abad ke-8, konon masyarakatnya sudah mengenal permainan ini. Mereka menyebutnya sebagai Kemari. Bolanya terbuat dari kulit kijang berisi udara.

Yang menarik, ada legenda pada abad pertengahan. Konon saat itu, seluruh desa mengikuti satu permainan bola. Bola yang terbuat dari tengkorak, ditendang satu diantara warga ke arah desa tetangga. Kemudian, oleh si penerima bola di desa itu, bola dilanjutkan ditendang ke desa selanjutnya.

sejarah sepak bola indonesia

May 5, 2008

Sejarah Sepak Bola Indonesia yang “Benar” Februari 11, 2008

Sudah banyak sekali tulisan yang bertema sepak bola Indonesia. Tidak hanya tulisan, tetapi lebih banyak hujatan yang ditujukan untuk sepak bola negeri ini. Kali ini, saya akan mencoba “membuat” sejarah yang seharusnya terjadi di dalam sepak bola Indonesia. Karena penuh rekayasa, tentu saja tulisan ini bersifat fiktif. Akan tetapi, tidak apa-apa, tulisan ini hanya untuk membuat kita para pecinta sepak bola agar lebih semangat saja. D

Mungkin sebagian dari kita masih ingat tentang karier salah satu pesepakbola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, yang pernah merumput di Italia tepatnya di klub Sampdoria. Di tahun 1996, ini merupakan prestasi tersendiri untuk sepak bola kita. Ternyata ada pemain Indonesia, saat itu, yang sudah berkostum salah satu klub Liga Italia. Lebih dalam lagi, Kurniawan ini mendapat pujian sebagai pemain muda berbakat dari pelatih Sampdoria waktu itu, Sven-Goran Eriksson.

Akan tetapi, Kurniawan tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk melanjutkan karier sepak bolanya. Kurniawan sendiri tidak pernah mengemukakan alasan kepulangannya ini ke publik sampai sekarang. Akibatnya, banyak sekali spekulasi yang muncul karena kepulangannya yang terkesan “mendadak” itu. Mulai dari karena pengaruh narkoba, doping, sampai akibat pergaulan malam “Negeri Pizza” tersebut. Semuanya masih tanda tanya besar.

Nah, ini cerita saya. Seandainya, Si “Kurus” (julukan Kurniawan) tetap berkarier di Italia, mungkin saja dia sudah menjadi pemain yang akan dikenang oleh publik Stadion Luigi Ferraris. Kariernya mungkin akan secemerlang Antonio Cassano (striker Sampdoria saat ini). Karena penampilan yang bagus dari Kurniawan, PSSI tidak ragu untuk mengirimkan pemain Indonesia yang lain untuk berlatih di Italia.

Apakah yang terjadi selama 12 tahun kemudian (tahun 2008 sekarang)? Hehe, kali ini saya mengkhayal kembali. Tahun ini, mungkin sudah banyak pemain Indonesia yang merumput di Serie A. Saya sebutkan saja. Bambang Pamungkas mungkin sudah menjadi striker andalan di AS Roma. Gelandang serang seperti Firman Utina, mungkin sudah menjadi pemain utama di Lazio. Boaz Sollossa menjadi andalan di Fiorentina. Bahkan, kiper sekelas Ferry Rotinsulu sudah berkostum AC Milan. Dan tidak lupa juga, kalau pemain junior asal Indonesia usia 15-21 tahun sudah menghuni sekolah sepak bola binaan Juventus dan Inter Milan. Keren. P

Jika ini terjadi, dampak bagi sepak bola dalam negeri sangat besar. Tidak akan ada lagi “tragedi” di dalam sepak bola nasional. Justru, Liga Indonesia sudah menjadi barometer liga-liga sepak bola di Asia. Liga Indonesia menjadi sangat kompetitif. Semua penonton tertib dan kualitas wasit yang meningkat tajam. Puncaknya adalah ketika harapan rakyat Indonesia bahwa Indonesia bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Wah, tidak bisa dibayangkan jika sejarah sepak bola Indonesia yang “benar” itu terjadi. Sangat menyenangkan sekali rasanya ketika melihat sepak bola kita. Benar-benar membanggakan.

Saya tidak menyalahkan Kurniawan ketika sepak bola Indonesia menjadi tidak jelas seperti sekarang. Toh, Kurniawan sudah berjasa besar untuk Tim Nasional Indonesia. Yang salah adalah kesempatan (opportunity). Indonesia kurang diberi kesempatan lebih dalam memajukan sepak bolanya. Sangat kurang malah. Ketika Thailand akhir-akhir ini sudah “menyumbang” pemain mereka ke Liga Inggris, kita malah sibuk mengurusi kekerasan di dalam sepak bola kita. Thailand saja yang baru-baru ini melakukan “ekspor” pemain, sudah sangat bagus prestasinya. Apalagi Indonesia, karena kita sudah kurang lebih 12 tahun yang lalu melakukan teknik seperti itu.

Yang jelas, harapan terbesar saya adalah masih bisa menyaksikan Indonesia lolos ke Piala Dunia selama saya masih hidup. Entah kapan, yang jelas harus sabar. P

Maju terus Sepak Bola Indonesia!

Hello world!

May 5, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.